Solidaritas Ramadan, Wanita Non Muslim Ikut Tantangan Berhijab

Mereka bertekad untuk mengenakan hijab selama sebulan penuh.

Ratih Wulan
| 11 Juni 2018 13:20

Dream - Bulan Ramadan tahun ini diramaikan dengan gerakan solidaritas para perempuan non muslim di seluruh dunia. Mereka ikut dalam Ramadan Hijab Challange yang menantang para wanta non muslim untuk mengenakan hijab selama bulan puasa.

Grace Lloyd mendapat tepuk tangan ketika masuk ke kelasnya di Sekolah Bahasa Inggris Teluk Doha, di hari pertama Ramadan. Dia mengenakan hijab hitam dengan seragam birunya.

Gadis kecil berusia 11 tahun ini seorang pemeluk Kristen. Dia begitu bersemangat ketika teman-teman dii kelas tujuh, di Qatar ikut menyemangatinya saat mengenakan penutup kepala awal bulan ini.

 Al Jazeera

Dia bertekad akan menutup kepalanya selama bulan Ramadan, sebagai bentuk solidaritas kepada wanita Muslim yang menghadapi diskriminasi karena hijab.

" Saya merasa sangat kuat tentang ini," ungkap Lloyd dikutip dari Aljazeera.

Dia merupakan peserta termuda dari tantangan 30 hari Ramadan Hijab Challange. Sebuah gerakan tahunan yang dibentuk oleh Organinasi World Hijab Day (WHD). Mereka mengundang perempuan dari semua pemeluk agama untuk mengenakan hijab selama sebulan.

 Twitter World Hijab Day

" Saya biasanya memakai yang hitam, saya merasa lebih nyaman karena semua orang di kelas juga memakainya," imbuh Lloyd.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjembati perbedaan di antara mereka, serta mematahkan steorotip buruk pada Islam.

" Acara ini untuk mereka yang ingin merasakan pengalaman berhijab lebih dari satu hari untuk memahami apa yang wanita Muslim alami setiap hari," ungkap Presiden dan pendiri oragnisasi World Hijab Day, Nazma Khan.

Selain acara ini, Nazma juga memliki acara tahunan yang lainnnya. Setiap tanggal 1 Februari, Nazma akan mengundang wanita di seluruh dunia untuk menutup kepala mereka selama sehari sebagai perayaan hari hijab sedunia.

Dalam akun Twitter World Hiijab Day, diunggah foto para wanita yang ikut Ramadan Hijab Challange. Menampilkan foto wanita dari berbagai dunia mengenakan hijab.

 Twitter World Hijab Day

Nazma menambahkan, gerakan wanta non muslim yang mengenakan hijab memiliki dampak sosial yang lebih besar pada saat menghadapi tantangan puasa selama Ramadan.

Afaf Nasher, Direktur Eksekutif untuk New York sepakat akan hal itu.

" Puasa tidak terlihat oleh sebagian besar masyarakat. Dengan demikian, memakai hijab merupakan cara mempromosikam iman secara terbuka," ungkapnya.

Sebagai seorang Kristen Mormon, selain mengenakan hijab selama 30 hari Kayla Haj juga mengatakan ikut berpuasa tahun ini.

" Ada keindahan yang kita rasakan sebagai komunitas yang percaya bahwa puasa tidak dapat digambarkan kecuali terlibat sendiri," imbuh seorang Amerika berusia 35 tahun dari Fresno, California.

Topik Terkait :

Suka Duka Pemeran Sinto Gendeng Main di 'WIRO SABLENG'

Jangan Lewatkan