Nian Tana, Keindahan Tenun Flores dalam Garis Rancang Modern

Filosofi tinggi di balik keindahan tenun Maumere dihadirkan dalam sentuhan modern yang memukau.

Ratih Wulan
| 7 Mei 2018 07:22

Dream - Keindahan dan kekayaan budaya di timur Indonesia seolah tak ada habisnya untuk dikagumi. Salah satunya keunikan dari Tanah Flores yang menyimpan eksotisme dalam kain tenunnya.

Kain etnik ini merupakan warisan leluhur yang terus dijaga secara turun temurun. Di balik keindahan motifnya, tersimpan filosofi tinggi berupa ketekunan. Ya, ketekunan dan kesabaran hingga berbulan-bulan untuk merajut benang hingga menghasilkan 1 lembur kain tenun.

Di balik pesan yang begitu mendalam itulah, menjadi motivasi para lulusan LaSalle College Jakarta (LCJ) untuk menampilkan karya terbaik mereka pada pagelaran Creative Show 2018, pertengahan April lalu di The Hall, Senayan City, Jakarta Selatan.

 Instagram @lasalleindonesia

Acara yang sekaligus menjadi perayaan 21 tahun berdirinya LaSalle College Jakarta ini, dibuka dengan tarian tari Hegong. Rancak musik mengalun seirama, bersama gerak para model yang membawakan keindahan kain tenun bertemakan Nian Tana.

Dalam bahasa Maumere, Nian Tana berarti 'Mother Land' atau Tanah Air. Lewat keindahan busana, sejumlah desainer muda ingin mengajak setiap pengunjung kembali mengangkat budaya lokal, yang terseruak di setiap sudut Indonesia.

 Instagram @lasalleindonesia Instagram @lasalleindonesia

Shinta Djiwatampu, Program Director Fashion Design LaSalle College Jakarta menjelaskan meskipun sekolah mode internasional, tapi mereka tetap mengupayakan untuk mengusung tekstil asli Indonesia. Hal itu merupakan salah satu cara untuk menanamkan rasa cinta Indonesia dengan mengeksplore kekayaan budayanya.

Ditambahkan Shinta, Tanah Maumere yang masih alami menjadi inspirasi besar dalam mewujudkan panggung Creative Show 2018. Disuguhkan dalam bentuk tarian dan kain tenun Maeumere, yang semuanya dibuat dari pewarna alam.

 Instagram @lasalleindonesia

LaSalle College sendiri merupakan sekolah desain internasional yang berpusat di Kanada. Hingga saat ini, telah tersebar 23 kampus di seluruh dunia, dengan menawarkan 6 program studi.

Diantaranya yaitu jurusan Fashion Desaign, Fashion Businnes, Interior Design, Digital Media Design, Photography dan Artistic Makeup. Sedangkan jenjang pendidikan yang ditawarkan berupa program Strata 1 (S1) yang diakui DIKTI, Internasional Diploma dan juga Sertifikat.

 dok. Lassale Collage Jakarta

Creative Show 2018 menghadirkan karya terbaik dari rancangan 70 desainer, dengan total 226 looks yang terbagi dalam 4 sekuen dengan tema berbeda. Diantaranya Flores dan Mini Collection. Sebanyak 72 articles menggunakan kain tenun Flores, yang dibagi menjadi 33 koleksi wanita dan 39 koleksi pria.

Dikerjakan dengan teknik berbeda, untuk menghadirkan ready to wear dengan garis rancang modern. Hal itu menjadi sangat menarik karena menciptakan tantangan tersendiri, bagaimana menghadirkan kain tradisional dalam busana yang kekinian.

Untungnya, tenun Flores memiliki keunikan yang sedikit berbeda di banding lainnya. Salah satu keunggulannya sudah diolah dengan teknik pewarnaan yang lebih maju, dengan menawarkan varian warna berupa pink dan hijau muda.

 dok. Lassale Collage Jakarta

Menariknya lagi, kain tenun mereka diklaim tidak mudah luntur serta memiliki motif khas berupa flora dan fauna khas Nusa Tenggara Timur. Dibutuhkan waktu hingga 8 bulan, mulai dari proses persiapan pembuatan kain hingga menuangkannya dalam bentuk dress, outer, top hingga potongan bottom modern.

Busana yang ditawarkan para desainer muda ini, menjadi lebih menarik dengan kombinasi material berupa katun linen. Sehingga jauh dari kesan monoton, berpadu dengan garis rancang nan modern.

 dok. Lassale Collage Jakarta

Nah, kini keinginan menjadi desainer handal bukan sekedar impian bukan? LSJ membuka kesempatan bagi kalian yang ingin terjun ke dunia mode dengan memperkenalkan 4 program  terbaru.

Diantaranya yaitu Strata 1 di bidang Desain Interior, Interior Decorating Certificate, dan dua program lainnya dengan diploma yang diakui secara internasional, yaitu Graphic Design dan Games Arts & Design.

Topik Terkait :

Lepas dari tsunami di Dermaga Wani

Jangan Lewatkan