logo Dream.co.idDream.co.id

IFC Gandeng Ratusan Guru Tata Busana untuk Cetak Desainer Muda

Guru-guru Tata Busana dilatih untuk menghasilkan karya lebih mengagumkan.

IFC Gandeng Ratusan Guru Tata Busana untuk Cetak Desainer Muda
Ratih Wulan
| 21 November 2017 14:02

Dream - Desainer membuat rancangan yang anggun dan berkelas, tentu sudah baisa. Namun, apa jadinya jika anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditantang untuk mendesain modest wear?

Ternyata SMK NU Banat berhasil membuktikan kemampuan mereka. Mengulang kesuksesaan mereka, kini Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, bekerjasama dengan Bakti Pendidikan Djarum Foundation dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) menggelar Workshop Penyelarasan SMK Kompetensi Keahlian Tata Busana pada 13 November 2017 di Kudus, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut menggandeng 140 guru perwakilan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang Tata Busana guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi di industri fashion Indonesia.

 Indonesia Fashion Chamber

Tak hanya mendapatkan materi desain, produksi dan pemasaran, peserta juga melakukan praktik pembuatan pakaian ready to wear (RTW).

Praktik tersebut menghasilkan 32 pakaian bertema " Grey Zone" dengan empat subtema Archean, Vigilant, Cryptic dan Digitarian. Pakaian dibuat ke dalam desain monokrom yang elegan dengan menggunakan bahan lokal seperti kain tenun dan batik.

Tak hanya mendesain, peserta juga ikut serta dalam pelatihan rancangan fashion show.

 Indonesia Fashion Chamber



“ Workshop kedua ini diarahkan seperti halnya project runway dari A sampai Z. Jadi peserta diajarkan tentang proses rangkaian fashion show seperti penentuan konsep show, pemilihan lagu, koreografi, arahan model, dan lainnya," Lisa Fitria,Mentor Fashion Branding memaparkan.

Karya garapan peserta akan ditampilkan dalam fashion show yang diperagakan oleh siswi SMK NU Banat, SMKN 1, dan SMKN 3 Kudus. Kedepannya, diharapkan setiap SMK Tata Busana dapat berperan sebagai teaching factory yang melahirkan brand-brand fashion lokal ternama.

 Indonesia Fashion Chamber

" Dengan mendapatkan pengetahuan baru tentang industri fashion yang sebenarnya, para pendidik dapat mengarahkan siswa-siswi didiknya agar menjadi tenaga terampil yang terserap oleh dinamika industri fashion,” Lisa menambahkan.

(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)

 

Topik Terkait :

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam

Jangan Lewatkan